Berita

KI Virtual LPPM Unisba Dorong Perlindungan Inovasi Akademik Secara Digital

SALAMMADANI.COM — Setiap karya ilmiah, temuan riset, hingga produk kreatif yang dihasilkan dosen dan peneliti memiliki nilai intelektual yang perlu dijaga melalui perlindungan Kekayaan Intelektual (KI). Sayangnya, aspek ini masih kerap terabaikan karena proses pengajuan KI dinilai cukup kompleks, mulai dari penentuan jenis perlindungan, penyusunan dokumen, hingga verifikasi kebaruan karya.

Melihat kondisi tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui Pusat Pengembangan dan Pelayanan Kekayaan Intelektual (P2KI) menghadirkan inovasi layanan berbasis digital bertajuk KI Virtual LPPM Unisba.

Platform ini dikembangkan sebagai solusi terpadu untuk memudahkan dosen dan peneliti dalam mengelola proses perlindungan Kekayaan Intelektual, mulai dari tahap identifikasi, persiapan dokumen, hingga pendaftaran secara sistematis dan efisien.

See also  Unisba dan STIKes Indramayu Raih Predikat Tim Terbaik dalam Program Kosabangsa 2024

Salah satu fitur utama yang ditawarkan adalah Self Assessment, yang memungkinkan pengguna melakukan penilaian awal terhadap jenis KI yang paling sesuai dengan karya yang dimiliki, baik berupa hak cipta, paten, maupun skema perlindungan lainnya. Fitur ini menjadi langkah awal yang penting, terutama bagi akademisi yang belum memiliki pengalaman dalam pengurusan KI.

Selain itu, KI Virtual LPPM Unisba juga menyediakan template dokumen dan panduan resmi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Panduan tersebut membantu pengguna memahami alur administrasi serta persyaratan pengajuan dengan lebih jelas, sehingga proses pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri dan mengurangi potensi kesalahan.

See also  Menag Ingatkan Kampus: Jangan Cetak Lulusan Tanpa Baca Kebutuhan Lapangan Kerja

Keunggulan berikutnya terletak pada fitur Cek Novelty, yang terhubung dengan berbagai basis data nasional dan internasional seperti Google Patent, World Intellectual Property Organization (WIPO), dan Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Melalui fasilitas ini, dosen dan peneliti dapat melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan unsur kebaruan karya sebelum diajukan secara resmi.

Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, platform ini juga dilengkapi dengan AI Assistant Chatbot yang siap memberikan informasi dan menjawab pertanyaan seputar Kekayaan Intelektual. Asisten berbasis kecerdasan buatan tersebut menjadi pendamping awal dalam memahami konsep, prosedur, hingga manfaat perlindungan KI.

Dengan dukungan berbagai fitur tersebut, KI Virtual LPPM Unisba tidak hanya berfungsi sebagai layanan administratif, tetapi juga menjadi media edukasi dan pendampingan digital bagi sivitas akademika. Ke depan, platform ini direncanakan akan terus dikembangkan agar dapat menyesuaikan kebutuhan pengguna serta dinamika regulasi Kekayaan Intelektual yang terus berkembang.

See also  IKA Fikom Unisba Memilih Ketuanya yang Baru

Kehadiran KI Virtual menjadi langkah strategis Unisba dalam memperkuat perlindungan karya intelektual sekaligus meningkatkan nilai tambah inovasi akademik. Melalui optimalisasi teknologi digital, Unisba menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan terbaik bagi dosen dan peneliti.

Platform KI Virtual LPPM Unisba dapat diakses melalui: https://p2ki-unisba.click.(askur/png)

Show More

Related Articles

Back to top button