Berita

Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj dan Kemendag Tingkatkan Sinergi Lintas Sektor

SALAMMADANI.COM — Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah RI terus mendorong penguatan kolaborasi lintas kementerian dalam rangka mengembangkan ekosistem ekonomi haji nasional. Langkah tersebut diwujudkan melalui pertemuan strategis bersama Kementerian Perdagangan yang berlangsung pada Kamis (29/1/2026).

Pertemuan ini difokuskan pada penguatan dukungan sektor perdagangan terhadap kebutuhan penyelenggaraan haji dan umrah, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal Indonesia.

Dalam pembahasan tersebut, koordinasi antarkementerian dan lintas sektor menjadi perhatian utama guna memastikan kelancaran rantai pasok berbagai komoditas pendukung haji. Kementerian Perdagangan dinilai memiliki peran vital, khususnya dalam memfasilitasi kegiatan ekspor, impor, serta pemasaran produk UMKM Indonesia ke pasar internasional.

See also  Gus Menteri dan Menag Malaysia Sharing Penyelenggaraan Haji

Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat daya saing produk nasional di Arab Saudi.

“Kementerian Perdagangan memegang peran penting dalam mendukung ekspor produk Indonesia ke Arab Saudi. Sinergi yang kuat antarinstansi harus terus dijaga agar ekosistem ekonomi haji dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain penguatan perdagangan, pertemuan tersebut juga membahas rencana penyelenggaraan Ekspo UMKM Haji dan Umrah. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan UMKM nasional sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal dalam rantai nilai ekonomi haji.

Pada kesempatan yang sama, Jaenal turut memperkenalkan pengembangan platform UMKM Haji, sebuah terobosan digital yang memudahkan jemaah dalam membeli oleh-oleh secara daring.

See also  APPTI Gelar Mukernas 2025 di Unisba, Bahas Transformasi Penerbitan di Era AI

“Melalui platform ini, jemaah tidak perlu lagi membawa oleh-oleh langsung dari Arab Saudi. Dengan demikian, perputaran nilai ekonomi belanja tetap berada di dalam negeri,” jelasnya.

Platform UMKM Haji ditargetkan siap diluncurkan pada Maret 2026. Dalam pengembangannya, Kementerian Perdagangan akan memberikan dukungan agar seluruh produk UMKM yang dipasarkan memenuhi standar kualitas dan kualifikasi yang berlaku.

Kementerian Perdagangan juga menekankan pentingnya penerapan standar mutu serta sertifikasi produk, khususnya untuk produk makanan yang akan dipasarkan kepada jemaah haji. Upaya ini dilakukan demi menjamin keamanan, kebersihan, serta kenyamanan konsumen.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa sertifikasi halal resmi menjadi aspek utama dalam pemasaran produk pangan.

See also  Unisba Dirikan Posko Medis Darurat untuk Tangani Korban Demonstrasi di DPRD Jawa Barat

“Untuk produk makanan, sertifikasi halal menjadi keharusan. Produk yang telah tersertifikasi menjamin kualitas, kebersihan, dan kesehatan sehingga jemaah dapat berbelanja dengan aman dan nyaman,” ungkapnya.

Melalui penguatan kolaborasi lintas kementerian ini, Ditjen PE2HU optimistis pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah nasional akan terus mengalami pertumbuhan, sekaligus meningkatkan kontribusi produk dalam negeri dan UMKM terhadap perekonomian haji Indonesia.(kemenhaj/ask-png)

Show More

Related Articles

Back to top button