Kemenag Salurkan Bantuan untuk Pesantren dan Warga Terdampak Tanah Gerak di Tegal
SALAMMADANI.COM — Bencana tanah gerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada 2 Februari 2026 menyebabkan kerusakan luas. Ratusan rumah, pesantren, serta sejumlah fasilitas umum terdampak setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
Sebagai bentuk respons cepat, Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan sekaligus menerjunkan tim untuk membantu para korban.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyampaikan bahwa pihaknya turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi warga serta menyalurkan bantuan bagi pesantren terdampak.
“Hari ini kami menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta kepada pesantren yang terkena dampak. Tim dari Kemenag Kabupaten Tegal juga telah kami kerahkan untuk membantu proses penanganan,” ujarnya di Tegal, Kamis (5/2/2026).
Sebelumnya, Kankemenag Kabupaten Tegal juga telah lebih dulu menyalurkan bantuan sebesar Rp20 juta.
Proses pendataan korban dan kerusakan masih terus dilakukan, baik terkait kerusakan bangunan maupun kondisi warga.
Berdasarkan data sementara, tercatat 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa terdampak bencana ini. Dari jumlah tersebut, delapan keluarga masih berada di lokasi pengungsian.
Saiful memastikan hingga kini tidak ada laporan korban jiwa.
Selain warga, dampak juga dirasakan kalangan pesantren. Sedikitnya 526 santri harus mengungsi dan sementara waktu ditempatkan di Pondok Pesantren Dawuhan Padasari.
Kerusakan Rumah dan Fasilitas Pendidikan
Bencana tanah gerak turut merusak infrastruktur permukiman dan fasilitas pendidikan. Tercatat 104 rumah terdampak, 12 rusak berat, 28 rusak sedang, 64 rusak ringan, 1 musala terdampak, dan 6 ruang belajar di Pesantren Al-Adalah mengalami kerusakan.
Kondisi ini membuat aktivitas belajar mengajar terganggu dan membutuhkan penanganan segera.
Kemenag terus melakukan asesmen lanjutan dengan menggandeng berbagai pihak. Sejumlah langkah darurat telah dilakukan, mulai dari pembentukan posko, satgas penanganan, hingga penggalangan dana melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Kabupaten Tegal.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kemenag pusat untuk mengakses program Kemenag Peduli guna memperluas bantuan bagi warga dan pesantren.
Karena curah hujan masih tinggi dan berpotensi memicu pergerakan tanah susulan, tim tanggap darurat turut mendirikan dapur umum guna menyediakan kebutuhan logistik bagi para pengungsi.
“Kami berupaya memastikan bantuan segera sampai kepada warga agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi,” pungkas Saiful.(kemanag/ask/png)




