Unisba dan Itenas Gelar Kajian Ramadan Bersama ADRI Jabar, Angkat Tema “Ramadan, Bulan Prestasi”
SALAMMADANI.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) bekerja sama dengan Institut Teknologi Nasional (Itenas) mengadakan kegiatan Kajian Ramadan bersama Asosiasi Dosen Republik Indonesia (ADRI) Jawa Barat pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dengan mengusung tema “Ramadan, Bulan Prestasi.”
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, unsur dari Unisba turut mengambil peran penting dalam penyelenggaraan acara. Dr. Parihat, Dra., M.Si., yang menjabat sebagai Ketua Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M), bertindak sebagai pemandu acara sekaligus moderator. Sementara doa pembuka dipimpin oleh Dr. Fahmi Fatwa Rosyadi, S.H., S.Sy., M.S.I., selaku Sekretaris LPI3M.
Kajian Ramadan ini menghadirkan Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, sebagai penceramah utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan makna serta hikmah Ramadan sebagai momentum strategis bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas diri.
Menurut Miftah Faridl, Ramadan tidak hanya identik dengan peningkatan ibadah, tetapi juga memiliki catatan sejarah sebagai bulan penuh prestasi dalam perjalanan umat Islam. Ia mencontohkan sejumlah peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadan, seperti Perang Badar, penaklukan Kota Makkah, serta berbagai kemenangan lain yang menunjukkan bahwa ibadah puasa tidak menghalangi semangat perjuangan dan produktivitas.
“Ramadan adalah bulan prestasi. Banyak kemenangan besar dalam sejarah Islam terjadi ketika umat Islam sedang berpuasa. Ini membuktikan bahwa puasa bukanlah penghalang untuk berkarya dan berjuang,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kualitas puasa tidak hanya diukur dari kemampuan menahan lapar dan dahaga. Puasa yang bermakna juga harus diiringi dengan peningkatan ibadah, kedekatan dengan Al-Qur’an, serta kemampuan mengendalikan diri.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari ibadah puasa adalah membentuk manusia yang bertakwa. Hal tersebut tercermin melalui sikap jujur, kemampuan mengendalikan emosi, kesediaan memaafkan, serta kepedulian sosial untuk berbagi kepada sesama.
“Ramadan harus menjadi bulan berbagi, bukan bulan meminta. Orang yang benar-benar berhasil menjalani pendidikan puasa adalah mereka yang memiliki kejujuran, kesabaran, dan mampu menahan amarah,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., turut menyampaikan pesan reflektif mengenai pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk mengevaluasi diri sekaligus merencanakan masa depan.
Mengutip firman Allah dalam QS. Al-Hasyr ayat 18, ia menegaskan bahwa setiap manusia diperintahkan untuk mempersiapkan masa depan dengan penuh kesadaran dan ketakwaan.
“Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan berkah, bulan prestasi, sekaligus bulan perencanaan masa depan. Allah mengingatkan kita agar setiap diri memperhatikan apa yang telah dipersiapkan untuk hari esok,” ungkapnya.
Kegiatan kajian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para dosen dan peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum peningkatan spiritualitas sekaligus produktivitas dalam kehidupan akademik dan sosial.(ask/png)*



