Berita

Unisba Selenggarakan Pesantren Calon Dokter 2026, Bekali Mahasiswa FK dengan Nilai Keislaman

SALAMMADANI.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui Fakultas Kedokteran (FK) berkolaborasi dengan Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M) menggelar Pesantren Calon Dokter Angkatan XI Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (10–12 Maret 2026), di Kampus II Unisba Ciburial.

Sebanyak 151 mahasiswa Program Studi Tahap Profesi Fakultas Kedokteran Unisba mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri dari 49 mahasiswa laki-laki dan 102 mahasiswa perempuan yang tengah mempersiapkan diri untuk memasuki dunia profesi kedokteran.

Dalam sambutannya, Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. menegaskan bahwa seorang dokter muslim harus mampu mengintegrasikan keilmuan kedokteran dengan nilai-nilai keislaman dalam menjalankan profesinya.

Menurutnya, mahasiswa yang mengikuti program ini merupakan calon dokter yang dididik di lingkungan FK Unisba. Karena itu, mereka memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam menguasai ilmu kedokteran, tetapi juga dalam mengamalkan nilai-nilai agama dalam praktik profesinya.

Rektor juga mengingatkan bahwa perjalanan pendidikan yang telah dilalui mahasiswa merupakan bagian dari ikhtiar. Namun, keberhasilan dalam menghadapi ujian kompetensi hingga perjalanan karier sebagai dokter harus selalu diiringi dengan sikap tawakal kepada Allah SWT.

See also  Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung Bekali 164 Mahasiswa, FH Unisba Gelar Pembekalan Calon Sarjana Ilmu Hukum

Ia berharap kegiatan pesantren ini dapat menjadi sarana refleksi diri bagi para peserta untuk memperkuat iman dan ketakwaan serta mempersiapkan diri menjalankan profesi dokter dengan penuh tanggung jawab.

“Jadilah dokter muslim yang tidak hanya profesional, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan dan profesinya,” pesannya.

Mencetak Dokter Berakhlakul Karimah

Dekan Fakultas Kedokteran Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., M.M., menegaskan bahwa FK Unisba memiliki komitmen untuk melahirkan dokter yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki karakter muslim yang kuat dan berakhlakul karimah.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan karakter memerlukan proses yang berkelanjutan dan tidak dapat dilakukan secara instan. Oleh karena itu, kegiatan pesantren ini menjadi salah satu langkah penting untuk membekali mahasiswa sebelum mereka benar-benar menjalani profesi sebagai dokter.

See also  PAIPPK Unisba Jajaki Inovasi Pesantren Mahasiswa Lewat Benchmarking ke LKPI Unissula

“Selama tiga hari ini jangan dipandang sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan dan keberkahan untuk mempersiapkan diri menjadi dokter muslim yang profesional sekaligus berakhlakul karimah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa lulusan FK Unisba dikenal memiliki kemampuan keislaman yang baik di berbagai institusi kesehatan. Bahkan dalam berbagai kegiatan keagamaan di rumah sakit atau instansi kesehatan, dokter lulusan Unisba kerap dipercaya untuk memimpin doa, membaca Al-Qur’an, hingga menjadi khatib.

“Hal ini menjadi salah satu ciri khas lulusan FK Unisba,” ungkapnya.

Penguatan Karakter Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid

Ketua LPI3M Unisba, Dr. Parihat, Dra., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa Pesantren Calon Dokter merupakan program pembinaan yang dirancang untuk membentuk dokter muslim dengan karakter mujahid, mujtahid, dan mujaddid. Karakter tersebut diharapkan selaras dengan akhlak mulia, etika yang baik, serta profesionalitas dalam bidang kesehatan.

Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat kemampuan praktis keislaman yang relevan dengan profesi dokter, meliputi aspek keimanan, muamalah, akhlak, dakwah, serta kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid.

See also  Prodi Akuntansi Unisba Perkuat Daya Saing Global Lewat Program Internasionalisasi

Materi dalam kegiatan ini disampaikan melalui dua bentuk pembelajaran, yakni kelas besar dan kelas tutorial.

Pada sesi kelas besar, peserta memperoleh materi terkait implementasi nilai-nilai Islam dalam profesi dokter, etika bermedia sosial, serta perspektif hukum Islam dan hukum positif dalam praktik kedokteran.

Sementara itu, dalam kelas tutorial para peserta mengikuti berbagai kegiatan praktik, seperti salat berjamaah dan tarawih, pelatihan public speaking Islami, praktik salat sesuai sunnah, hafalan doa-doa yang diamalkan dokter muslim, pembinaan Al-Qur’an, diskusi kasus medis dengan pendekatan maqashid syariah, praktik pemulasaraan jenazah, perhitungan zakat profesi, hingga bimbingan pernikahan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi dokter muslim yang tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga memiliki integritas spiritual serta mampu menghadirkan nilai-nilai keislaman dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (gifa/png)***

Show More

Related Articles

Back to top button