Kemenhaj Beri Panduan Praktis Cegah Penipuan Travel Umrah, Jemaah Diminta Lebih Teliti
SALAMMADANI.COM — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada dalam memilih travel umrah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perlindungan jemaah, menyusul masih adanya laporan dugaan penipuan dan pelanggaran oleh sejumlah penyelenggara perjalanan ibadah umrah.
Melalui Subdirektorat Pengawasan Umrah, Kemenhaj mengingatkan calon jemaah agar tidak mudah tergiur tawaran harga murah yang tidak masuk akal serta selalu mengecek legalitas dan reputasi agen perjalanan sebelum mendaftar.
Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah, Andi Muhammad Taufik, menegaskan bahwa kehati-hatian sejak awal menjadi benteng utama dari risiko penipuan.
“Jemaah harus cermat. Jangan langsung tergoda harga rendah yang tidak rasional, dan pastikan travel memiliki izin resmi. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah kerugian,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenhaj, Rabu (04/02/2026).
Tips Aman Memilih Travel Umrah
Agar masyarakat terhindar dari praktik penipuan, Kemenhaj membagikan sejumlah panduan praktis yang bisa dijadikan acuan.
1. Cek Legalitas Agen
Pastikan travel telah terdaftar sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) melalui platform resmi SATU HAJI (Sistem Aplikasi Terpadu Umrah dan Haji) milik Kemenhaj.
Melalui sistem tersebut, jemaah dapat melihat status izin, nomor SK, akreditasi, hingga masa berlaku operasional.
Travel yang tidak tercantum dalam daftar resmi dinyatakan ilegal. Selain itu, pastikan agen memiliki kantor fisik yang jelas serta rekam jejak operasional minimal dua tahun. Hindari paket dengan harga yang terlalu murah dan tidak wajar.
2. Telusuri Reputasi dan Testimoni
Calon jemaah disarankan memeriksa ulasan pelanggan sebelumnya melalui Google Reviews, media sosial, atau situs resmi travel. Rekomendasi dari keluarga dan kerabat juga bisa menjadi referensi terpercaya.
Jangan lupa mengecek daftar travel bermasalah yang diumumkan Kemenhaj atau otoritas terkait, termasuk dari Arab Saudi.
3. Periksa Dokumen dan Biaya Secara Detail
Mintalah rincian biaya secara transparan, mencakup tiket pesawat, visa, hotel, konsumsi, dan transportasi. Pastikan ada bukti reservasi akomodasi serta jadwal keberangkatan yang jelas sebelum pelunasan.
Bacalah kontrak perjanjian dengan teliti, terutama ketentuan pengembalian dana (refund) dan asuransi. Gunakan rekening resmi perusahaan untuk pembayaran dan simpan seluruh bukti transaksi.
4. Pastikan Layanan Sesuai Standar
Pilih travel yang menyediakan pembimbing ibadah bersertifikat, fasilitas akomodasi memadai, serta jadwal keberangkatan yang pasti. Membandingkan beberapa paket dari agen terpercaya juga dianjurkan sebelum memutuskan.
Kemenhaj menekankan bahwa keterlibatan masyarakat sangat membantu upaya pengawasan. Jika menemukan indikasi pelanggaran, jemaah diminta segera melapor melalui kanal resmi.
Pengaduan dapat disampaikan melalui:
📧 Email: pengaduan@haji.go.id
📱 WhatsApp: +62 823 1101 4646
“Laporan dari jemaah sangat penting bagi kami. Dengan partisipasi publik, pengawasan bisa berjalan lebih efektif,” kata Andi.
Melalui edukasi berkelanjutan serta akses pengaduan yang terbuka, Kemenhaj berharap seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah umrah dengan aman, nyaman, dan penuh ketenangan.(kemenhaj/ask/png)




