Berita

Mahasiswa Fikom Unisba Raih Penghargaan Nasional di Karni Ilyas Award 2025 Lewat Video Feature tentang Krisis Media Cetak

SALAMMADANI.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Fikom Unisba). Karya video feature jurnalistik berjudul “Kiamat Media Cetak: Eksistensi Koran di Tengah Transisi Media Digital” sukses meraih Juara Harapan 1 dalam ajang Lomba Karya Visual Jurnalistik Mahasiswa Indonesia – Karni Ilyas Award 2025. Video tersebut bahkan mendapat kesempatan tayang secara langsung di TvOne pada Sabtu (14/2).

Karya yang diproduksi oleh tim A2G Production, yang terdiri dari mahasiswa Fikom Unisba, mengangkat isu transformasi media di era digital. Video ini membedah dinamika media cetak yang kian tergerus perkembangan teknologi serta perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.

Dengan kekuatan visual yang matang dan pendekatan kritis, tim produksi berhasil merekam realitas perjuangan industri surat kabar yang tengah menghadapi tantangan besar akibat masifnya digitalisasi. Fenomena pergeseran konsumsi berita dari media cetak ke platform digital menjadi fokus utama dalam karya tersebut.

See also  UIN Mataram Kini Miliki Gedung Rektorat Baru

Kolaborasi Solid Sepuluh Mahasiswa

Tim A2G Production diperkuat oleh sepuluh mahasiswa dengan pembagian peran yang terstruktur dan profesional. Mereka adalah Rafid Aiman Nabil (Asisten Produser), Dwina Ayu Ninggias (Pengarah Acara), Syntia Rahayu (Kreatif), Muhammad Chaidar Syaddad (Penata Gambar), Ahmad Fauzi Al-Mubarok (Penata Cahaya), Mariatul Qibtiyah (Penata Suara), Daffa Sumarlan (Grafis), Moch. Arsyal Raffa G. (Penyunting), Aditya Salmeiyanri (Logistik), dan Melinda (Narator).

Salah satu anggota tim, Rafid, mengungkapkan bahwa ide pembuatan video bermula dari keprihatinan terhadap kondisi media cetak saat ini. Menurutnya, koran tak lagi menjadi rujukan utama masyarakat dalam memperoleh informasi.

“Kami melihat perubahan signifikan dalam pola konsumsi berita. Kecepatan dan kemudahan akses media digital secara perlahan menggantikan peran media cetak. Dari pengamatan itulah kami terdorong untuk mengangkat isu ini dalam bentuk visual jurnalistik,” jelas Rafid.

See also  Guest Lecturer Unisba–USIM: Menjalin Kolaborasi Akademik Internasional di Bidang Ilmu Komunikasi

Proses produksi bukan tanpa hambatan. Pengambilan gambar percetakan koran dilakukan pada malam hingga dini hari, mulai pukul 21.00 hingga sekitar pukul 03.00 pagi. Kondisi fisik yang lelah serta keterbatasan waktu menjadi tantangan tersendiri bagi tim.

“Kami harus tetap menjaga kualitas visual di tengah keterbatasan waktu dan stamina. Namun pengalaman itu justru melatih kedisiplinan dan memperkuat solidaritas tim,” tambahnya.

Menariknya, karya tersebut awalnya merupakan tugas akhir (UAS) kelompok untuk Mata Kuliah Manajemen dan Produksi Televisi. Tanpa diduga, proyek akademik itu mampu menembus kompetisi nasional hingga meraih penghargaan.

“Kami benar-benar tidak menyangka tugas kuliah ini bisa menjadi finalis dan bahkan mendapatkan penghargaan nasional. Ini menjadi bukti bahwa karya akademik memiliki potensi bersaing di level profesional,” ungkap Rafid.

See also  122 Dokter Baru Unisba Resmi Disumpah, Rektor: Menjadi Dokter Adalah Pengabdian dan Investasi Akhirat

Dosen pengampu mata kuliah, Firmansyah, S.I.Kom., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa proses pembelajaran di Fikom Unisba tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori dan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan kemampuan analisis serta mental kompetitif di dunia industri.

“Mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang layak tayang, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi, baik di ranah akademik maupun profesional,” ujarnya.

Keberhasilan mahasiswa Fikom Unisba dalam Karni Ilyas Award 2025 ini sekaligus menegaskan bahwa kreativitas dan ketekunan mahasiswa mampu melahirkan karya jurnalistik visual yang kompetitif di tingkat nasional.(ask/png)***

Show More

Related Articles

Back to top button