Berita

Mahasiswa Fikom Unisba Sabet Juara 3 Videografi di ISCF 2026 Tingkat Internasional

SALAMMADANI.COM – Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba). Tiga mahasiswa yang tergabung dalam Tim DPR—Daffa Sumarlan, Palito Berliano, dan Rafid Aiman Nabil—berhasil mengukir prestasi dengan meraih Juara 3 kategori Creative Content (Videography) pada ajang International Student Competition Festival (ISCF) 2026. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Jawa Barat dan berlangsung di Universitas Bhakti Kencana, Bandung, Selasa (6/1).

Rafid Aiman Nabil selaku ketua tim menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan menembus posisi tiga besar di kompetisi berskala internasional merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi timnya.

See also  Kolab Fikom Unisba dan The AID Academy Malaysia: Academic Writing Workshop

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Masuk tiga besar di ajang internasional dengan peserta dari berbagai negara adalah pencapaian besar. Ini bukan semata soal peringkat, tetapi bukti bahwa karya mahasiswa Unisba mampu mendapat pengakuan di tingkat global,” ungkap Rafid.

Ia menjelaskan bahwa video yang mereka hasilkan lahir dari keresahan mahasiswa komunikasi terhadap berbagai isu global yang relevan. Melalui karya tersebut, Tim DPR ingin menunjukkan bahwa komunikasi visual tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetika, melainkan juga sebagai media strategis untuk menyampaikan pesan, membangun kesadaran, serta menumbuhkan empati lintas budaya.

Rafid juga mengungkapkan bahwa tantangan utama yang mereka hadapi adalah menyederhanakan gagasan yang kompleks ke dalam visual yang singkat namun tetap bermakna. Selain keterbatasan waktu dan sumber daya, tim juga dituntut memastikan pesan dapat diterima oleh audiens internasional dengan latar budaya yang beragam.

See also  Uji Kompetensi LSP Unisba ‘Rasa’ Protokol Kesehatan

“Kami harus benar-benar memikirkan bagaimana pesan bisa tersampaikan secara universal. Itu menjadi tantangan sekaligus proses belajar yang sangat berharga bagi kami,” tambahnya.

Menurut Rafid, kekuatan karya tim DPR terletak pada keberanian mengangkat isu secara jujur dan relevan, lalu mengemasnya dalam visual yang humanis dengan alur cerita yang kuat. Penekanan pada pesan dan storytelling inilah yang menjadi nilai lebih sehingga karya mereka mampu bersaing di level internasional.

Menutup pernyataannya, Rafid memberikan motivasi kepada mahasiswa Unisba lainnya agar berani mengambil kesempatan mengikuti berbagai kompetisi.

“Jangan menunggu merasa sempurna untuk memulai. Kompetisi adalah bagian dari proses belajar. Manfaatkan kampus sebagai ruang untuk bertumbuh, dan yakinlah bahwa mahasiswa Unisba punya potensi besar untuk bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.(askur/png)

See also  Menag Ingatkan Kampus: Jangan Cetak Lulusan Tanpa Baca Kebutuhan Lapangan Kerja
Show More

Related Articles

Back to top button