Berita

Pesantren Yasrib Soppeng Konsisten Rawat Lingkungan, Jadi Teladan Ekoteologi dan Sekolah Bersih di Sulawesi Selatan

 

SALAMMADANI.COM — Komitmen Pondok Pesantren Yasrib Soppeng dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali menuai apresiasi. Lembaga pendidikan ini membuktikan diri sebagai pelopor gerakan peduli lingkungan di Sulawesi Selatan dengan mempertahankan Juara 1 Lomba Kebersihan Sekolah tingkat Kabupaten Soppeng.

Dalam peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, dua unit pendidikannya, yakni Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), sukses meraih gelar tersebut untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Capaian ini menegaskan konsistensi Yasrib dalam membangun budaya hidup bersih, sehat, dan ramah lingkungan berbasis nilai keagamaan.

Bagi keluarga besar Pesantren Yasrib, kebersihan bukan sekadar rutinitas, tetapi telah menjadi bagian dari pendidikan karakter santri. Lingkungan yang hijau, tertata, dan asri mencerminkan komitmen kolektif seluruh civitas academica dalam menjadikan kebersihan sebagai tradisi pesantren.

See also  Fikom Unisba Perkuat Semangat Akademik Lewat Sarasehan Doktor Baru

Keberhasilan tersebut ditopang oleh sistem pengelolaan limbah yang terstruktur. Salah satu inovasi unggulan adalah keberadaan Bank Sampah, yang berfungsi sebagai pusat pengumpulan dan pemilahan sampah anorganik dengan melibatkan santri, guru, dan pembina secara aktif.

Tak hanya itu, limbah plastik diolah kembali menjadi barang bernilai guna. Pendekatan ini tidak hanya menekan volume sampah, tetapi juga melatih kreativitas dan kepedulian lingkungan di kalangan santri.

Prestasi Yasrib berakar pada penerapan konsep ekoteologi, yakni pandangan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan. Konsep ini sejalan dengan program prioritas nasional Asta Protas yang dicanangkan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.

Melalui pendekatan ini, aktivitas sederhana seperti memungut sampah atau menjaga kebersihan dipahami sebagai bentuk ibadah dan pengamalan nilai rahmatan lil ‘alamin. Spiritualitas dan kepedulian ekologis pun berpadu menjadi satu kesatuan.

See also  Rektor Unisba: Pencapaian Unisba Kini Merupakan Lanjutan Kepemimpinan Terdahulu

Menuju Standar Adiwiyata dan Adipura

Keseriusan Pesantren Yasrib dalam pengelolaan lingkungan turut mendapat perhatian pemerintah daerah. Beberapa pengakuan penting pun berhasil diraih, antara lain:

  • Verifikasi Lapangan Adiwiyata, sebagai salah satu dari tiga sekolah terbaik di Kabupaten Soppeng yang dinilai langsung oleh Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

  • Titik Pantau Adipura, mewakili Kabupaten Soppeng dalam penilaian tingkat Provinsi Sulawesi Selatan berkat sistem pengelolaan sarana dan sampah yang optimal.

  • Duta Lingkungan Hidup, dengan torehan prestasi santri yang meraih juara umum tiga tahun berturut-turut (2023–2025).

Ketua Tim Penilai DLH Soppeng, Andi Maghfirah, turut memuji konsistensi Yasrib dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

See also  Pandemi, Menag Imbau Daging Kurban Lebih Banyak Dibagikan ke Fakir Miskin

Pimpinan Pesantren Yasrib, H. Muhammad Taslim Basri, bersama Kepala MTs Husaini dan Kepala MA Muhammad Hilmi, menegaskan bahwa inti seluruh program kebersihan ini adalah pembentukan karakter.

Menurut mereka, menanamkan kecintaan terhadap kebersihan sama artinya dengan menanamkan nilai iman dan tanggung jawab sosial. Kolaborasi guru, pembina, dan santri menjadi kunci utama keberhasilan gerakan ini.

Pesantren Yasrib pun membuktikan bahwa perpaduan nilai spiritual dan aksi ekologis mampu menciptakan perubahan nyata. Sejalan dengan pesan Menteri Agama, kelestarian lingkungan menjadi fondasi penting bagi ketenangan hidup manusia.

Dengan komitmen tersebut, Pesantren Yasrib Soppeng terus melangkah maju, menghadirkan pendidikan berbasis iman sekaligus menjaga masa depan bumi yang lebih hijau dan berkelanjutan.(kemenag/ask/png)

Show More

Related Articles

Back to top button