Seminar Refreshment Dosen Wali Unisba 2026 Kupas Pendekatan Efektif Dampingi Mahasiswa Generasi Z
SALAMMADANI.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar Seminar Refreshment Dosen Wali Tahun 2026 di Aula Utama Unisba, Rabu (28/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperkuat kapasitas dosen wali agar mampu memberikan pendampingan akademik dan personal yang lebih efektif kepada mahasiswa Generasi Z.
Mengusung tema “Memahami Pola Pikir, Respons Emosional, dan Strategi Komunikasi Mahasiswa Generasi Z”, seminar ini dirancang untuk membekali dosen wali dengan pemahaman psikologis, sosial, serta pendekatan komunikasi yang relevan dengan karakter mahasiswa masa kini.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya dr. Ayu Presetya, M.MRS., Sp.Kj., Nugie Al-Afgani, Dr. Ade Mahmud, S.H., M.H., serta Dr. Ir. Luthfi Nurwandi, S.T., M.T. Sebanyak 128 dosen wali dari seluruh fakultas di lingkungan Unisba tercatat mengikuti seminar ini.
Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menegaskan bahwa peran dosen wali saat ini tidak lagi terbatas pada pengawasan akademik semata. Lebih dari itu, dosen wali dituntut hadir sebagai pembimbing, penasihat, sekaligus figur teladan bagi mahasiswa.
Ia menjelaskan, mahasiswa Generasi Z tumbuh di era digital dengan akses informasi yang sangat cepat. Kondisi tersebut menjadikan mereka kritis dan adaptif terhadap teknologi, namun juga memiliki kerentanan terhadap tekanan psikologis serta persoalan kesehatan mental.
“Pendekatan konvensional sudah tidak cukup. Dosen wali perlu memahami cara berpikir mahasiswa, memiliki kepekaan terhadap kondisi emosional mereka, serta membangun komunikasi yang empatik, dialogis, dan solutif,” ujarnya.
Melalui kegiatan refreshment ini, rektor berharap para dosen wali dapat kembali merefleksikan peran strategisnya dalam mendampingi mahasiswa secara lebih humanis, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang menjadi karakter Unisba.
“Dosen wali yang mampu hadir sebagai pendengar yang empatik akan menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk berkembang, baik secara akademik, personal, maupun spiritual,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba sekaligus Ketua Panitia, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari langkah strategis Unisba dalam mengintegrasikan berbagai potensi institusi ke dalam inovasi kurikulum dan proses pembelajaran.
Menurutnya, karakter mahasiswa Generasi Z yang berbeda dengan generasi sebelumnya menuntut pendekatan pendidikan yang lebih adaptif dan kolaboratif.
“Kegiatan ini menjadi titik awal integrasi kekuatan yang kita miliki di Unisba ke dalam pengembangan kurikulum. Mahasiswa saat ini memiliki karakter yang sangat berbeda dengan generasi kita dahulu,” jelasnya.
Ia menambahkan, Bidang Belmawa terus berupaya memasukkan kebutuhan mahasiswa secara menyeluruh ke dalam sistem pembelajaran, sekaligus menjadikan hasil seminar sebagai referensi penting bagi penyusunan kebijakan akademik Unisba ke depan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan masukan strategis bagi universitas serta mendorong seluruh dosen untuk bersinergi menjadikan sumber daya yang kita miliki sebagai kekuatan unggulan,” pungkasnya.
Melalui Seminar Refreshment Dosen Wali Tahun 2026 ini, Unisba optimistis mampu meningkatkan kualitas pendampingan mahasiswa secara berkelanjutan demi melahirkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berkepribadian Islami. (askur/png)




