Unisba Dampingi Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Riau dalam Pendirian Fakultas Kedokteran
SALAMMADANI.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai dalam pembinaan, pendampingan institusional, serta penyelenggaraan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Selasa (10/2). PKS ditandatangani oleh Rektor Unisba A. Harits Nu’man dan Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Amir Luthfi.
Melalui kesepakatan ini, Unisba berperan sebagai perguruan tinggi pendamping dalam proses pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai hingga diperolehnya izin operasional resmi.
Rektor Unisba, Prof. A. Harits Nu’man, menegaskan komitmen Unisba untuk mendampingi seluruh tahapan pendirian Fakultas Kedokteran secara menyeluruh. Ia menyampaikan bahwa Fakultas Kedokteran Unisba merupakan fakultas kedokteran swasta pertama di Jawa Barat yang telah memiliki pengalaman dan keunggulan dalam pengelolaan pendidikan kedokteran.
“Kami akan mendampingi hingga proses pendirian program studi ini benar-benar tuntas. Apa yang dicanangkan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai semoga dapat terealisasi dengan baik,” ujarnya.
Menurut Harits, pendirian Fakultas Kedokteran harus memenuhi sejumlah persyaratan penting, antara lain kesiapan rumah sakit pendidikan, keberadaan institusi pendamping, ketersediaan sumber daya manusia, serta dukungan sarana dan prasarana. Untuk Program Sarjana Kedokteran dibutuhkan sedikitnya 14 dokter, sedangkan Program Profesi Dokter memerlukan 12 dokter, disertai fasilitas, infrastruktur, dan laboratorium pendidikan yang memadai.
Ia menilai Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai telah menunjukkan kesiapan yang cukup baik, termasuk dari sisi ketersediaan lahan dan perencanaan fasilitas. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu dilengkapi, khususnya pemenuhan laboratorium, agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi secara optimal.
“Pendirian Fakultas Kedokteran akan terwujud apabila kedua institusi memiliki visi, rasa, dan semangat yang sama untuk melahirkan surat keputusan serta izin operasional Fakultas Kedokteran di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Prof. Dr. Amir Luthfi, menjelaskan bahwa pemilihan Unisba sebagai pendamping didasarkan pada hubungan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya serta kepercayaan terhadap kapasitas institusional Unisba.
“Pertimbangan kami memilih Unisba sebagai pendamping pendirian Fakultas Kedokteran karena sebelumnya telah terjalin kerja sama. Kami berharap kolaborasi ini dapat berjalan selaras dan saling menguatkan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penandatanganan PKS ini menjadi langkah awal kerja sama jangka panjang yang dilandasi niat lillahi ta’ala. “Semoga kerja sama ini diberkahi dan seluruh yang kita kerjasamakan dapat terwujud sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama,” katanya.
Kegiatan penandatanganan PKS juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unisba Santun Bhekti Rahimah. Ia memaparkan berbagai tips, kiat teknis, serta prosedur dalam menyiapkan data dan dokumen pembukaan Program Studi Kedokteran, termasuk pemenuhan aspek administrasi, sumber daya manusia, dan sarana prasarana, khususnya laboratorium.
Selain itu, Wakil Rektor III Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Apriza menyampaikan bahwa Fakultas Kedokteran Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai dirancang memiliki kekhasan tersendiri. Visi pengembangannya difokuskan pada penanganan Penyakit Tidak Menular berbasis komunitas, yang terintegrasi dengan visi kewirausahaan universitas.
Ia juga mengungkapkan perkembangan kesiapan sumber daya manusia. Dari kebutuhan 14 SDM akademik, saat ini baru sekitar lima orang yang telah terpenuhi, sementara sisanya masih dalam proses. Melalui kerja sama ini, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai berharap Unisba dapat memberikan dukungan pendampingan, termasuk dalam pemenuhan SDM akademik secara terbatas.(ask/png)




