Unisba dan Bank Indonesia Jabar Perkuat Kolaborasi Edu-Open Collaboration, Dorong Literasi Ekonomi Mahasiswa
SALAMMADANI.COM– Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Jawa Barat (BI Jabar) terus mempererat sinergi pendidikan melalui kegiatan Koordinasi Edu-Open Collaboration yang digelar di Ruang Pertemuan Gedung LPPM Unisba, Selasa (3/2).
Agenda ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemitraan antara dunia akademik dan bank sentral dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif, relevan, serta selaras dengan dinamika perekonomian modern.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjembatani teori di ruang kelas dengan praktik kebijakan ekonomi di lapangan, sehingga mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.
Pertemuan ini melibatkan jajaran pimpinan Unisba, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Ketua LPPM, para Dekan, hingga kepala unit akademik dan kemahasiswaan. Pengurus Generasi Baru Indonesia (GenBI) Unisba juga turut ambil bagian.
Dari pihak BI Jabar, hadir Kepala KPW BI Jawa Barat Muhamad Nur, Deputi Direktur Cecep Ridwan, Art. Direktur Alnopri Hadi, serta tim perwakilan lainnya.
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, menyampaikan apresiasi atas hubungan harmonis yang selama ini terjalin dengan Bank Indonesia. Ia menilai keberadaan BI Corner di perpustakaan kampus sebagai bentuk nyata dukungan dalam meningkatkan literasi ekonomi mahasiswa.
Menurutnya, kerja sama ini perlu diperluas, terutama melalui program magang yang memberi pengalaman langsung kepada mahasiswa.
“Bank Indonesia menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Unisba memiliki berbagai sumber daya akademik yang dapat disinergikan dengan program BI demi menciptakan inovasi baru bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan bangsa.
Sementara itu, Kepala BI KPW Jawa Barat, Muhamad Nur, menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam menjalankan fungsi edukatif, khususnya melalui pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan literasi ekonomi masyarakat.
Ia menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan praktik kebijakan.
“Perubahan terjadi sangat cepat, terutama digitalisasi sektor keuangan. Mahasiswa perlu memahami secara langsung bagaimana kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas keuangan dikelola,” jelasnya.
Muhamad Nur juga menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin. Tantangan ekonomi saat ini, menurutnya, tidak hanya bisa diselesaikan dari perspektif ekonomi semata, tetapi juga memerlukan dukungan ilmu psikologi, teknik, komunikasi, hingga kesehatan masyarakat.
Melalui program Edu-Open Collaboration 2026, BI Jabar menghadirkan sejumlah peluang kerja sama, antara lain:
-
Program BI Mengajar
-
Magang dan riset kolaboratif
-
Kompetisi akademik
-
Penguatan beasiswa
-
Pengembangan komunitas GenBI
Inisiatif ini ditujukan untuk membentuk mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus memperkuat fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan ramah tamah yang membuka ruang komunikasi lebih mendalam antara pimpinan fakultas Unisba dan jajaran BI Jabar. Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti sebatas seremoni, tetapi berlanjut dalam program konkret yang memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, akademisi, maupun masyarakat luas.(ask/png)




