Berita

Unisba dan BKSWI Dukung Operasional Sekolah Darurat Dharma Patra di Aceh Tamiang

SALAMMADANI.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama Badan Kerja Sama Wanitnga Islam (BKSWI) memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Sekolah Darurat Dharma Patra yang berlokasi di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Program ini digagas untuk menjamin terpenuhinya hak pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana, terutama ketika sejumlah sekolah belum dapat kembali digunakan akibat ruang belajar yang masih tertutup lumpur.

Dukungan Unisba dan BKSWI diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan operasional sekolah darurat, termasuk penyediaan makanan tambahan bagi para siswa. Sekolah darurat tersebut menjadi tempat belajar sementara yang aman sekaligus berfungsi sebagai sarana pemulihan psikososial bagi anak-anak.

See also  8.706 Peserta Ikuti Webcast Internasional Insight HAB Kemenag

Pelaksanaan Sekolah Darurat Dharma Patra merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, seperti Yayasan Dharma Patra, Pertamina Field Rantau, TNI, BNPB, Unisba, BKSWI, serta para relawan. Untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif, tenda-tenda sekolah darurat didirikan di area helipad Pertamina Field Rantau yang dinilai paling memungkinkan. Sekolah ini juga terbuka bagi siswa dari sekolah lain di sekitar Kecamatan Rantau yang hingga saat ini belum dapat kembali beroperasi.

Beragam kegiatan pendukung dilaksanakan di lokasi, diawali dengan rapat koordinasi lintas pihak dan pemenuhan kebutuhan operasional sekolah darurat pada 2 Januari 2026. Selanjutnya, pada 3 Januari 2026, digelar kegiatan dukungan psikososial bagi tenaga pendidik dan karyawan yang dibawakan oleh Rahmah Nur Rizki, S.Psi., M.Psi. Proses belajar mengajar resmi dimulai pada 5 Januari 2026, ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera serta pendampingan psikososial bagi siswa bersama Andi Alang, pendongeng sekaligus ventriloquist. Kegiatan berlanjut pada 6 Januari 2026 melalui senam bersama dan pendampingan psikososial yang dilakukan oleh para guru dan relawan.

See also  Milad ke-41, Fikom Unisba Gelar Kuliah Umum: From Classroom To Boardroom

Sekolah darurat ini beroperasi setiap Senin hingga Kamis, pukul 08.00–10.00 WIB, dengan dukungan 65 tenaga pendidik dan relawan yang bertugas secara bergiliran. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan belajar tercatat berkisar antara 287 hingga 320 anak dari jenjang TK, SD, dan SMP.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba, Prof. Dr. Neni Sri Imaniyati, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa keterlibatan Unisba dalam Sekolah Darurat Dharma Patra merupakan bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya pada kondisi darurat kebencanaan.

“Unisba tidak hanya berupaya menjaga keberlangsungan proses pembelajaran, tetapi juga memberikan dukungan psikososial agar anak-anak merasa aman, pulih secara emosional, dan kembali bersemangat untuk belajar. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam mempercepat pemulihan pendidikan pascabencana,” ujarnya. (askur/png)

See also  IAI Tazkia Lantik Dewan Perwakilan Mahasiswa, BEM dan Unit Kegiatan Kemahasiswaan
Show More

Related Articles

Back to top button