Unisba Perkuat Budaya Riset Mahasiswa dan Internasionalisasi Kampus lewat SPeSIA 2026 dan 1st VISION
SALAMMADANI.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menunjukkan keseriusannya membangun ekosistem akademik berbasis riset sekaligus memperluas jejaring global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Penelitian Sivitas Akademika (SPeSIA) 2026 yang dipadukan dengan 1st Virtual International Student Conference (VISION), Rabu (11/2), di Aula Utama Unisba, Jalan Tamansari 1 Bandung.
Kegiatan ilmiah ini diikuti ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga, baik dari dalam maupun luar negeri. Mahasiswa yang terlibat tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga Malaysia, Singapura, Zimbabwe, Somalia, hingga Aljazair. Pelaksanaannya turut menggandeng Universitas Bhakti Kencana, Politeknik Al Islam Bandung, serta Politeknik Pajajaran sebagai co-host.
Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unisba, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., menyebut kegiatan ini sebagai momentum strategis dalam menumbuhkan budaya akademik mahasiswa.
Menurutnya, sinergi antara SPeSIA dan VISION menjadi wadah bagi mahasiswa untuk lebih aktif melakukan penelitian, menghadirkan inovasi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai persoalan global.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya karya yang dipresentasikan. Tahun ini, lebih dari 950 karya ilmiah mahasiswa dipamerkan. Seluruh hasil riset tersebut tidak hanya dipresentasikan dalam forum, tetapi juga akan dipublikasikan pada prosiding nasional dan internasional, bahkan diarahkan menembus jurnal bereputasi.
Mengusung tema “Enhancing SDGs Research in 6.0 Society”, VISION 2026 mendorong mahasiswa berperan sebagai Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid dalam menghadapi era disrupsi digital. Selain penguatan kompetensi akademik, mahasiswa juga diharapkan menyeimbangkan pengembangan soft skill dan hard skill.
Ketua Pelaksana SPeSIA 2026, Ahmad Arif Nurrahman, S.T., M.T., menjelaskan bahwa SPeSIA telah menjadi agenda rutin setiap semester sebagai ruang diseminasi penelitian mahasiswa, dosen, dan peneliti. Sementara itu, VISION menjadi konferensi internasional perdana Unisba yang dirancang untuk mempercepat program internasionalisasi kampus.
Sepanjang tahun 2026, panitia berhasil menghimpun 957 artikel ilmiah multidisiplin, terdiri atas 928 artikel nasional berbahasa Indonesia dan 29 artikel internasional. Topik yang diangkat pun beragam, mulai dari studi keislaman, ekonomi, hukum, pendidikan, teknik, kesehatan, hingga sains sosial.
Semua artikel akan diterbitkan dalam prosiding nasional dan internasional serta jurnal terpilih yang telah terindeks Garuda Dikti dan Google Scholar, lengkap dengan DOI. Publikasi ini diharapkan meningkatkan kualitas sitasi ilmiah sekaligus mendukung peringkat SINTA Unisba.
Menariknya, Unisba juga memanfaatkan media sosial, khususnya TikTok, sebagai media alternatif penyebaran hasil riset. Melalui video presentasi dan konten edukasi, diseminasi ilmu pengetahuan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada presenter dengan artikel terbaik serta kategori konten edukasi terbaik. Langkah ini dimaksudkan untuk memacu semangat sivitas akademika agar terus menghasilkan karya ilmiah berkualitas.
Kegiatan akademik ini turut menghadirkan orasi ilmiah dari Prof. Dr. Ike Junita Triwardhani, S.Sos., M.Si., Guru Besar Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba, dengan topik “Relasi Antarpribadi untuk Resiliensi dalam Dunia Kerja.”
Pada sesi penghargaan, Nazwah Sabila Febiana dari Fakultas Dakwah berhasil meraih predikat Best of The Best Presentation dengan nilai 36,988 melalui artikelnya berjudul “Framing Realitas Sosial dalam Proses Produksi Program ‘Cerita Muslimah’ MQTV untuk Syiar Islam.”
Selain itu, penghargaan Best Presenters, Best Papers 1st Vision 2026, serta kategori Konten Edukasi Terbaik juga diberikan kepada para peserta terpilih.
Melalui SPeSIA 2026 dan VISION, Unisba semakin meneguhkan posisinya sebagai kampus yang aktif mendorong budaya riset, publikasi ilmiah, dan internasionalisasi pendidikan tinggi.(ask/png)




