Unisba Tingkatkan Kapasitas Humas dan Protokoler Melalui Pelatihan Bersama Kemdiktisaintek
SALAMMADANI.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar Pelatihan Humas dan Protokoler bekerja sama dengan Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kamis (15/1). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Gedung LPPM Unisba tersebut diikuti oleh perwakilan humas fakultas, lembaga, dan badan di lingkungan Unisba, serta anggota Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Unisba.
Pelatihan ini menghadirkan tiga pemateri dari jajaran Humas Kemdiktisaintek. Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kemdiktisaintek, Doddy Zulkifli I, A., S.I.Kom., M.Si., menyampaikan materi bertema “Komunikasi Publik di Era Diktisaintek Berdampak: Tantangan, Strategi, dan Peluang”. Sementara itu, aspek keprotokolan dipaparkan oleh Ketua Tim Kerja Keprotokolan Kemdiktisaintek, M. Arifin Habibillah. Adapun pengelolaan publikasi dan dokumentasi institusi disampaikan oleh Ketua Tim Publikasi dan Dokumentasi (Pubdok) Kemdiktisaintek, Dinna Handini, S.Sos., M.I.Kom.
Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kehumasan dan keprotokolan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak institusi, terutama dalam membangun komunikasi publik serta citra perguruan tinggi.
Ia mengungkapkan bahwa Unisba saat ini telah melakukan restrukturisasi organisasi dengan mengintegrasikan fungsi kehumasan dan sekretariat pimpinan sebagai upaya memperkuat komunikasi publik pimpinan universitas.
“Bagi perguruan tinggi swasta, citra merupakan aset yang sangat penting. Seluruh potensi yang dimiliki Unisba harus dikomunikasikan secara elegan dan strategis agar berdampak pada peningkatan kinerja dan reputasi institusi,” tuturnya. Ia juga menegaskan visi Unisba untuk menjadi leading university di tingkat Asia pada tahun 2033, yang menuntut peran kehumasan semakin profesional dan berorientasi hasil.
Lebih lanjut, Asnita menyampaikan bahwa Unisba yang kini berusia 67 tahun memiliki 35 program studi dari jenjang sarjana hingga doktoral dengan jumlah mahasiswa sekitar 11.000 orang. Kondisi tersebut menjadi modal besar sekaligus tantangan di tengah era disrupsi, sehingga diperlukan humas yang adaptif, kompetitif, serta mampu memperkuat komunikasi internal dan eksternal sekaligus memperluas jejaring kolaborasi.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Pimpinan dan Kehumasan Unisba, Ratri Rizki Kusumalestari, S.Sos., M.I.Kom., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang kehumasan dan keprotokolan.
“Dalam era Kampus Berdampak, humas tidak lagi sekadar fungsi administratif, melainkan menjadi penggerak utama dalam membangun citra dan reputasi institusi. Karena itu, pelatihan ini dirancang secara komprehensif, meliputi keprotokolan, kehumasan, hingga pengelolaan informasi publik,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah berbagi pengetahuan dan praktik terbaik antar peserta, sehingga fungsi kehumasan, keprotokolan, serta publikasi dan dokumentasi di lingkungan Unisba semakin kuat dan profesional.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kemdiktisaintek, Doddy Zulkifli, menyampaikan apresiasi atas undangan Unisba serta menegaskan komitmen Kemdiktisaintek dalam mendukung peningkatan reputasi perguruan tinggi di Indonesia.
“Kami siap mendampingi dan mendukung perguruan tinggi dalam memperkuat komunikasi publik serta membangun reputasi institusinya,” ujarnya. (askur/png)




