Opini

Indahnya Nilai Kebersamaan dalam Islam

Oleh: Dr. Rodliyah Khuza’i (Dosen Fakultas Dakwah Unisba)

ISLAM hadir sebagai agama yang tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah  tetapi juga menata hubungan antarsesama manusia. Salah satu ajaran utama yang sangat ditekankan dalam Islam adalah nilai kebersamaan. Dalam kebersamaan, umat Islam diajarkan untuk saling menguatkan, menumbuhkan rasa empati, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis tanpa memandang perbedaan latar belakang. Nilai ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang damai dan berkeadilan.

Setidaknya  ada tujuh poin ajaran Islam yang  sangat  menekankan kebersamaan.

Pertama, di saat Nabi Muhammad  menjalani isra’ mi’raj ketika bertemu dengan Allah  Nabi mengucapkan Attahiyyatu Lillahi wa ashlawatu wa ath-thayyibatu Lillaahi  … lalu Allah menjawab assalamu ‘Alaika … Nabi membalas salam Allah dengan mengucapkan assalaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahi ash-shalihin (semoga keselamatan juga bagi kami, dan orang-orang shalih) (Hadis Riwayat  al-Bukhari no. 831, Muslim no. 402). Bukan assalaamu’alayya (keselamatan juga untukku). Do’a ini diabadikan dalam salat ketika tahiyyat.

Kedua, Ketika kita salat membaca surat al-Fatihah terdapat do’a iyya-Ka na’budu wa iyya-Ka nasta’iin (hanya kepadaMu-lah kami beribadah dan hanya kepadaMu-lah kami memohon pertolongan.(Quraish Shihab, Juz 1, 2000), menyatukan doa individu dengan doa umat. Ada kebersamaan dalam berdo’a sehingga jika do’a seseorang belum terkabul semoga  terbawa dan terkabul melalui do’a orang lain.

See also  Di Balik Ungkapan Keluarga 'Sakinah'

Ketiga, memelihara orisinalitas al-Quran. Ayatnya innaa nazzalnaa adz-dzikra wa innaa lahuu lahaafizhun (Sesungguhnya Kami telah menurunkan adz-dzikra nama lain dari al-Quran dan  sesungguhnya Kamilah yang menjaganya) Quran Surat al-Hijr, 15: 9. (Wahbah Zuhaeli, Juz 14, 1991). Kalimat “Kami untuk kehormatan dan keagungan bagi Allah” tapi makna lain  dari kami, Allah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk ikut menjaga orisinalitas al-Quran. Hal ini terbukti betapa banyak para hafizh al-Quran dan penerbitan al-Quran ada di mana-mana. al-Quran diterjemahkan ke  dalam berbagai bahasa, lafazh  Arabnya tetap utuh. Kita pun ikut menjaga al-Quran ketika kita tilawah, menghafalnya, memahami isinya, menyampaikan kepada orang lain dan mengamalkan isi al-Quran.

See also  Sabun Herbal Berbasis Tanaman Obat lokal: Hilirisasi Hasil Penelitian

Keempat, salat munfarid (sendiri) nilainya berbeda dengan salat berjama’ah, kebaikannya  1 banding  27 (Shahih al-Bukhari, no. 645), karena  di saat salat berjama’ah banyak  pelajaran yang bisa  dipetik equal before Allah tanpa memandang latar belaakng apa pun, ada kebersaman, saling menghormati dan menghargai.

Kelima, tolong menolong dalam kebaikan (Quran Surat al-Ma’idah, 5 :2 .. dan tolong menolonglah kalian (jamak) dalam kebaikan dan janganlah kalian tolong menolong  dalam berbuat dosa dan permusuhan).

Keenam, Perintah zakat, Quran Surat al-Hasyr, 59: 7, … (Demikian) agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Perintah mengeluarkan zakat, berbagi antara yag kaya  dan yang miskin akan mengurangi kesenjangan ekonomi, saling tolong menolong, melahirkan rasa empati terhadap saudara yang kekurangan ekonomi, terkena musibah.

See also  Titah Memakan Makanan Halal dan Thayyib

Ketujuh, ketika terjadi musibah, Allah mengajarkan bahwa yang terkena musibah tidak  sendirian, tetapi banyak orang yang mengalaminya sehingga terhibur, menjadi sabar dan tabah.  (Quran Surat al-Baqarah, 2:156, Tafsir Unisba, : Juz II, 50, 2012).  Ajaran Rasulullah menegaskan bahwa seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan satu bangunan yang saling mengokohkan (Shahih al-Bukhari, no. 481).

Demikianlah, melalui kebersamaan, Islam mengajarkan bahwa kekuatan umat terletak pada persatuan, keikhlasan, dan rasa tanggung jawab bersama dalam menghadirkan kebaikan bagi seluruh manusia.**

Show More

Related Articles

Back to top button